Jayapura – Laboratorium Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) tengah menyiapkan program kerja inovatif berupa pembentukan Kampung Demokrasi dan Kampung Diplomasi. Program ini mengusung tagline “Politik di Kampung” yang bermakna menghadirkan praktik demokrasi dan diplomasi secara langsung di tengah masyarakat kampung.
Ketua Laboratorium Ilmu Politik FISIP Uncen, Muliadi Anangkota, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan literasi politik masyarakat, khususnya di wilayah kampung. Selain itu, program ini juga dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa Hubungan Internasional (HI) dan Ilmu Pemerintahan (IPem) agar dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di lapangan.
“Sementara ini, kampung percontohan sedang kami jajaki di wilayah perbatasan PNG, tepatnya di Skouw. Rencananya, program Kampung Demokrasi dan Kampung Diplomasi akan dilaksanakan dalam satu kampung terlebih dahulu agar lebih efisien dan efektif dalam pelaksanaannya,” ujar Muliadi.
Melalui program ini, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti diskusi publik, simulasi musyawarah, serta pendampingan masyarakat dalam memahami nilai-nilai demokrasi dan praktik diplomasi dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini sebelumnya telah dipaparkan dalam Rapat Kerja (Raker) FISIP tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Horison. Dari hasil diskusi tersebut, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan (IPem) dan Hubungan Internasional (HI) telah mengetahui dan memberikan respons awal terhadap rencana tersebut. Saat ini, pihak Laboratorium Ilmu Politik masih menunggu tindak lanjut lebih lanjut terkait implementasi program ke depan.
Pihak Laboratorium Ilmu Politik FISIP Uncen berharap program “Politik di Kampung” ini dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat, serta mendorong terciptanya kesadaran politik yang lebih inklusif dan partisipatif di tingkat kampung.

